UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG MATERI
MENYEBUTKAN CONTOH ORGANISASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT MATA
PELAJARAN PKN MELALUI PENDEKATAN COOPERATIF LEARNING PADA KELAS V SD NEGERI 02
MERIGI SAKTI, KABUPATEN BENGKULU TENGAH
SERI SURYANI
ABSTRAK
Dengan metode pembelajaran cooperatif
learning seperti diuraikan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui
penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu model
pembelajaran tersebut perlu disosialisasikan pada guru untuk dapat diaplikasikannya
dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dimaksudkan supaya guru tidak tertinggal
dengan inovasi pendidik dengan penerapan model cooperatif learning.
. Dalam proses pembelajaran banyak
ditemui siswa bosan mempelajari materi ini dikarenakan metode yang digunakan
dalam mengajar kurang variatif, kebanyakan guru Pkn mengajar dengan metode
ceramah. Penelitian ini diadakan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa
pada pelajaran PKn kelas V SD N 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode cooperatif learning. Populasi penelitian ini
adalah siswa kelas V SD N 02 Merigi sakti yang berjumlah 20 siswa dengan 15
siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Tiap
siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembaran nilai siswa.
Data yang diperoleh mengacu pada ketuntasan belajar yaitu Prasiklus 60%, siklus
I 70 % dan siklus II 85%. Dengan adanya peningkatan hasil tiap siklus, maka
dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode cooperatif learning pada mata
pelajaran PKn tentang menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat meningkatkan hasil
belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kata
kunci
: cooperatif learning, pengertian Organisasi, hasil belajar
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pelajaran kewarganegaraan
adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, pendidikan
kewarganegaraan telah mengalami perubahan nama beberapa kali, seiring
bergantinya kurikulum, pada saat sekarang kita mengenal pelajaran
kewarganegaraan dengan sebutan mata pelajaran PKn. Mata pelajaran PKn di SD
bertujuan untuk membentuk moral siswa dari segi perilaku sehari-hari dan mampu
mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari Murti
Wahyuni(2006:36).
PKn di SD juga membahas pokok
bahasan tentang pentingnya keputusan bersama, karena kita merupakan bagian dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka kita sebagai warga negara yang
baik diharapkan mampu menerapkan materi keputusan bersama yang mengacu pada
nilai sila keempat pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Dalam negara yang menganut
sistem demokrasi pancasila, dalam mengambil keputusan harus dilaksanakan secara
musyawarah untuk mencapai kata mufakat.
Sebagian besar siswa sekolah
dasar kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran PKn di dalam kelas, hal ini
disebabkan para guru memberikan materi PKn dengan metode ceramah saja, siswa
merasa bosan saat guru menerangkan pelajaran, banyak siswa yang bermain dan
sibuk dengan aktivitas mereka sendiri-sendiri, sehingga ketika guru memberikan
soal evaluasi di kegiatan pembelajaran, rata-rata siswa di kelas V SD Negeri 02
Merigi Sakti, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapatkan
nilai rata-rata di bawah 70. Para siswa tidak mampu mengerjakan tugas evaluasi
dengan baik sebab kurang memahami konsep dasar tentang materi keputusan bersama
yang diajarkan oleh guru.
|
|
|
1
|
1.
Identifikasi masalah
Dari latar belakang yang sudah dipaparkan di atas, maka identifikasi
masalah dari penelitian yang akan dilakukan antara lain:
a.
Siswa merasa bosan
mengikuti kegiatan belajar
b.
Siswa tidak
berminat mengikuti proses pembelajaran PKn di kelas
c.
Motivasi siswa
dalam mengikuti pelajaran tidak ada
d.
Siswa sibuk dengan
aktivitasnya masing-masing saat guru menerangkan pelajaran
e.
Siswa tidak
tertarik dengan menyebutkan contoh organisasi di
lingkungan sekolah dan masyarakat yang disampaikan oleh guru melalui metode ceramah
2.
Analisis Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di
atas, peneliti berusaha mencari faktor penyebab masalah dengan melakukan
refleksi, bertanya kepada siswa dan melakukan diskusi dengan teman sejawat. Dari hasil diskusi
dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa belum memahami materi pengambilan
keputusan bersama seperti berikut.
a. Guru
tidak menggunakan alat peraga.
b. Bahwa
semua siswa yang terlibat dalam pembelajaran saat melakukan diskusi hanya
beberapa siswa yang aktif, sedangkan yang lain hanya mendengarkan.
c. Kurangnya
contoh dan latihan.
d. Kurangnya
bimbingan guru secara menyeluruh.
3.
Alternatif dan Pemecahan Masalah
Dari analisis masalah di atas, peneliti
menemukan alternatif dan prioritas pemecahan masalah sebagai berikut.
a. Guru
perlu menerapkan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan keaktifan
siswa dalam pembelajaran PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Guru
perlu memberikan contoh nyata melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
kelompok.
c. Guru
perlu memberikan latihan dan bimbingan secara menyeluruh pada pembelajaran PKn
tentang menyebutkan contoh
organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
masalah yang telah dibahas sebelumnya, maka rumusan masalah dari penelitian ini
adalah :
1.
Bagaimanakah keaktifan siswa dalam
pembelajaran PKn tentang menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat kelas V SDN 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah?
2.
Bagaimana penerapan
metode cooperatif learning pada mata pelajaran PKn tentang menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di kelas V SD
Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dapat meningkatkan hasil
belajar siswa?
C.
Tujuan Penelitian Perbaikan Pelajaran
Berdasarkan rumusan masalah
diatas, tujuan penelitian perbaikan pelajaran adalah :
1.
Meningkatkan proses
belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn materi menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di SDN 02 Merigi
Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menerapkan metode pembelajaran
cooperatif learning.
2.
Meningkatkan hasil
belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn materi menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di SDN 02 Merigi
Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dengan
penerapan metode pembelajaran cooperatif learning.
D.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.
Bagi Peneliti:
a.
Memperbaiki
pembelajaran yang sudah dikelolanya.
b.
Memupuk rasa
percaya diri karena telah berhasil melakukan analisis terhadap hasil kinerjanya
sehingga dapat menemukan kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran yang sudah
dilaksanakan, kemudian mengembangkan alternative untuk mengatasi kelemahannya.
c.
Dapat berkembang
secara profesional.
2.
Bagi siswa
a.
Dapat memperbaiki
hasil belajar.
b.
Meningkatkan
kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.
3.
Bagi sekolah
a.
Dapat digunakan
untuk mengembangkan sekolah kearah yang lebih baik.
b.
Memberikan
sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah.
4.
Bagi institusi
Pendidikan secara umu
Dapat dijadikan sebagai bahan
rujukan dan kajian untuk dapat memberikan kritik atau saran terhadap penelitian
yang sudah dilakukan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Karakteristik Pembelajaran di SD
Karakteristik pembelajaran di SD dibagi ke dalam dua
tingkatan yaitu, karakteristik pembelajaran di kelas rendah dan karekteristik
pembelajaran di kelas tinggi. Yang termasuk kategori kelas rendah disini adalah
kelas I, II dan III sedangkan kelas tinggi adalah kelas IV, V dan VI.
Pembelajaran di kelas rendah dan kelas tinggi memiliki perbedaan yang
signifikan, pada kelas rendah, masih menggunakan sistem tematik yaitu beberapa
mata pelajaran disatukan dalam kerangka satu tema, sehingga kebanyak siswa
kelas rendah tidak mengenal jenis mata pelajaran yang mereka pelajari, meraka
belajar berdasarkan tema. Lain pula hal nya dengan karakteristik pembelajaran
di kelas tinggi yang belajar dengan sisitem mata pelajaran secara
terpisah-pisah.
Menurut Djam’an Satori,dkk (2014 ; 3.11) proses
pembelajaran di sekolah dasar harus bersifat terpadu dengan perkembangan anak
baik perkembangan fisik, kognitif, sosial, moral maupun emosional.
Piaget (dalam Sri Anitah W,dkk 2011:2.34) menyebutkan
karakteristik pembelajaran siswa SD masih dalam tahan praoperasinal sampai
konkret.siswa akan mengalami kesulitan dalam menyerap konsep-konsep yang
abstrak.
Jadi dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran
siswa SD berada pada tahapan konkret, guru harus mampu menjelaskan konsep pembelajaran
dengan sesuatu yang nyata dan langsung dialami oleh siwa.proses pembelajaran
yang dilakukan harus secara terpadu tidak terpisah-pisah.
B.
Mata Pelajaran PKn
|
|
|
6
|
Sedangkan menurut H.Nursid Sumaatmadja dan Kuswaya
Wihardit(2014 : 1.27) menyatakan bahwa PPKn merupakan bidang studi atau mata
pelajaran yang terdapat pada kurikulum sekolah dari mulai SD sampai SMU. PPKn
ini pada dasarnya bermuatan materi pancasila, dan kewarganegaraan yang
melandasi kehidupan bernegara.
Dengan demikian pembelajaran materi kewarganegaraan ini
sangat erat kaitannya dengan pengamalan pancasila yang diapresiasikan dalam
berprilaku dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk warga
negara yang baik dan mengerti hukum serta memiliki jiwa nasionalisme yang
tinggi.
C.
Kebebasan Organisasi
1)
Pengertian
Organisasi
Manusia adalah makhluk sosial. Dengan
demikian,manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain agar
dapat melangsungkan hidupnya. Organisasi
adalah sekolompok orang yang berkumpul dan bekerja sama untuk meraih
tujuan yang sama.
Ciri
- ciri berorganisasi :
-
Adanya kumpulan manusia
-
Adanya peraturan
-
Adanya tujuan yang
hendak dicapa bersama
-
Adanya kerja sama dan
koordinasi yang baik
-
Adanya tanggung jawab
terhadap organisasi dari setiap anggotanya.
Kumpulan manusia saja belum bisa disebut
sebagai organisasi,untuk dapat disebut sebagai organisasi,sekumpulan manusia
haruslah mempunyai tujuan bersama.Dengan organisasi yang rapi sebuah kegiatan
bisa terlaksana dengan sukses. Misalnya,kegiatan upacara yang kalian lakukan
setiap hari Senin. Tanpa organisasi yang rapi,tentu saja pelaksanaan upacara
akan kacau. Contoh lain misalnya, Drumben.
Organisasi ibarat sapu lidi. Tujuan
pembuatan sapu lidi adalah sebagai alat untuk membersihkan sampah. Sapu lidi
terdiri atas banyak lidi. Lidi - lidi itu disatukan dalam satu ikatan. Dengan
sapu lidi, kita dapat lebih cepat membersihkan halaman yang kotor. Coba
bayangkan bila kita menyapu hanya memakai satu lidi saja. Kapan selesainya, ya?
Namun dengan sapu lidi, pekerjaan menyapu menjadi mudah. Pekerjaan menyapu pun
menjadi lebih ringan. Demikian halnya dengan organisasi. Organisasi dibuat
untuk memudahkan pencapaian tujuan bersama.
2)
Contoh
Organisasi
1. Organisasi
Sekolah
a. Pramuka
Kalian tentu juga aktif mengikuti kegiatan pramuka,
bukan? Salah satu organisasi di sekolah
yang menyenangkan adalah pramuka. Selain menyenangkan, pramuka juga banyak
manfaatnya. Dengan mengikuti kegiatan pramuka, kalian akan mendapat banyak
ketrampilan hidup. Selain ketrampilan hidup, pramuka juga mengajarkan kalian
hidup berorganisasi. Misalnya, dalam kegiatan pramuka,kalian dibagi menjadi
beberapa regu. Ada yang bernama regu mawar, regu melati,dsb. Satu orang dari
kalian menjadi ketua. Adanya ketua dan anggota ini merupakan bentuk organisasi.
Tujuannya adalah menyelesaikan tugas yang diberikan kakak pembina kepada
kalian.
b. Koperasi
Sekolah
Organisasi yang bertujuan untuk
mensejahterakan para anggotanya. Kekuasaan tertinggi koperasi sekolah berada di
tangan rapat anggota. Koperasi sekolah biasanya menjual peralatan sekolah.
Seperti pensil,buku tulis,buku gambar,dll. Pengurus koperasi sekolah berasal
dari siswa sekolah dan mereka dibina oleh guru.
Sumber dana koperasi sbb :
a.
Simpanan pokok, yaitu
sejumlah uang yang diberikan oleh anggota koperasi pada saat masuk menjadi anggota koperasi. Simpanan
pokok tidak dapat diambil saat masih menjadi
anggota koperasi.
b.
Simpanan Wajib, yaitu
simpanan yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu dan tidak dapat diambil
saat masih menjadi anggota koperasi.
c.
Dana cadangan, yaitu
dana yang diambil dari sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disishkan.
d.
Hibah, yaitu sejumlah
bantuan yang diterima dari pihak lain dan tidak mengikat.
2. Organisasi
Masyarakat
Organisasi
yang berada di masyarakat contohnya adalah PKK, karang taruna, organisasi
kesenian, olahraga, usaha kecil,dll
3. Organisasi
Pemerintahan
Organisasi
pemerintahan ada di setiap tingkat wilayah meliputi desa, kecamatan, kabupaten,
provinsi, dan nasional. Contohnya, di desa terdapat kepala desa, sekretaris,
kepala dusun, kepala urusan, dll
4. Organisasi
Politik
Contoh
organisasi yang bergerak di bidang politik adalah partai.
3)
Manfaat
Berorganisasi
Berikut
ini merupakan manfaat berorganisasi :
1. Melatih
hidup bermasyarakat
2. Meningkatkan
persatuan dan kesatuan.
3. Belajar
mengemukan pendapat.
4. Berlatih
untuk menghormati dan menghargai orang lain.
D.
Pendekatan Cooperatif Learning
Menurut Para Ahli, Pembelajaran kooperatif (cooperatif
learning) merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5
orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya agar tercapai
tujuan pembelajaran yang maksimal.(http://dedi26.blogspot.co.id)
Cooperatif learning lebih dikenal dengan istilah belajar kelompok.
Melalui cooperatif learning, siswa ditantang untuk mampu menguasai materi
bersama- sama dengan anggota kelompok lainnya memecahkan masalah pembelajaran
yang dihadapi.
Dalam pembelajaran cooperatif learning, siswa dituntut
untuk belajar mandiri. Menurut Aria Djalil, dkk (2014 :2.29) Belajar mandiri
adalah proses memperoleh pengetahuan, nilai, dan sikap. Keterampilan, dan
kebiasaan belajar melalui pemanfaatan rangsangan dari luar diri siswa untuk
membangkitkan kemampuan belajar secara optimal.
Berdasarkan teori yang melandasi pembelajaran
kelompok,siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang
dianggap sulit sebelumnya melalui belajar secara kelompok dan bekerja sama Sri
Anitah W,dkk (2011:4.21).
Selain itu menurut Depdikbud, 1990 melalui belajar
kelompok siswa tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengembangkan konsep,
tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan aktivitas sosial, sikap dan nilai.
Dari pendapat-pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa
pendekatan cooperatif learning merupakan pendekatan yang dilakukan secara
berkelompok, siswa dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan pembelajaran
secara bersama-sama dengan bekerjasama siswa akan lebih mudah menyerap konsep
pembelajaran.
E.
Hasil Belajar Siswa
Benyamin Bloom (dalam Sri Anitah W,dkk 2011:2.19)
menyebutkan bahwa yang dapat menunjukkan gambaran hasil belajar, mencakup aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan belajar siswa menujukkan perubahan
tingkah laku ke arah yang lebih baik sesuai dengan hasil yang ingin dicapai
oleh para pendidik.
Pendapat lain menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu
hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan
rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk rapor pada tiap semester
(http://ainamulyana.blogspot.co.id)
Hasil belajar siswa diperoleh setelah siswa mengikuti
proses belajar, dan mengerjakan evaluasi. Hasil dari evaluasi tersebut dapat
menunjukkan seberapa jauh penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Data
hasil belajar siswa dapat digunakan guru sebagai tolak ukur keberhasilan guru
dalam mengajar, jika hasil belajar siswa dibawah KKM, maka guru harus
merefleksi diri dalam proses pembelajaran apakah penyebabnya, sehingga untuk
proses pembelajaran selajutnya hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.
Subjek, Tempat, Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu
1.
Subyek
Subyek dari penelitian ini
adalah siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah tahun
pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa di kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti adalah 20
orang yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.
2.
Tempat
Penelitian dilakukan SD Negeri 02
Merigi Sakti yang beralamat di Jalan Raja Besi Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten
Bengkulu Tengah.
3.
Waktu Penelitian
|
No
|
Mata Pelajaran
|
Siklus
|
Hari/ Tanggal
|
|
1.
|
PKN
|
Prasiklus
|
Kamis ,20 April 2017
|
|
2.
|
PKN
|
Siklus 1
|
Senin,08 Mei 2017
|
|
3.
|
PKN
|
Siklus 2
|
Jumat,12 Mei 2017
|
4.
Pihak yang membantu
Pihak yang membantu dalam penelitian ini Bapak Yulisan,S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 02
Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Ibu Nofiyanti,M.Pd selaku supervisor 1 serta
Bapak Rohendi,S.Pd supervisor2.
B.
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
|
|
|
12
|
Bagan 3 Tahapan
Pelaksanaan Penelitian
(1). Pembelajaran Prasiklus
-
Tahap Perencanaan
Perencanaan
yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
1) Menganalisa
mata pelajaran PKn
yang akan diteliti
2) Merancang
Rencana Pembelajaran (Prasiklus) sesuai dengan kurikulum KTSP 2006
3) Melakukan
evaluasi untuk memperoleh hasil belajar siswa yang akan dijadikan sebagai acuan
penelitian tindakan kelas
-
Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali
pelajaran.
-
Memberi motivasi
dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-
Guru bertanya jawab
kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal
siswa.
Kegiatan Inti (55 menit)
-
Siswa diajak
menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah
bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan
penyimpulan
Kegiatan Penutup
-
Siswa dan guru
bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk
mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Siswa dan guru menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
-
Observasi
Tahap
observasi adalah tahapan pengamatan yang dillakukan oleh superpisor 2 terhadap proses dan hasil
pembelajaran PKN yang dilaksanakan oleh
peneliti di kelas V SDN 02 Merigi Sakti. Pada
tahap observasi ini dimana melihat dan meneliti tingkah laku siswa saat proses
belajar dilakukan.
Tabel 2.
Lembaran Observasi Pada Pra Siklus
|
No
|
Aspek Observasi
|
Kemunculan
|
Komentar
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Guru memberikan apersepsi
|
ü
|
|
Guru menyampaikan apresepsi
|
|
2
|
Guru memberikan motivasi
|
|
ü
|
Guru sudah memberikan motivasi, tetapi blum
maksimal
|
|
3
|
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
|
|
ü
|
Guru blum menyampaikan tujuan pembelajaran dengan
maksimal
|
|
4
|
Guru menjelaskan materi
|
|
ü
|
Guru belum dapat menjelaskan materi dengan baik
|
|
5
|
Guru melibatakan materi dengan lingkungan sekolah
|
|
ü
|
Guru dapat melibatkan materi dengan baik
|
|
6
|
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar
|
|
ü
|
Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah
kegiatan belajar dengan
baik
|
|
7
|
Guru membimbing siswa dalam mengenali organisasi di lingkungan sekolah dan
masayarakat
|
|
ü
|
Guru sudah dapat membimbing siswa dalam kerja
kelompok
|
|
8
|
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
|
|
ü
|
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam
kegiatan bertanya
|
|
9
|
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan
pelajaran
|
|
ü
|
Guru belum dapat
melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
|
|
10
|
Guru memberikn evaluasi
|
|
ü
|
Guru sudah memberikan evaluasi tetapi masih banyak
kesulitan siswa
|
-
Refleksi
Dari hasil refleksi prasiklus, penulis beserta supervisor
2, mengambil kesimpulan untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran di siklus berikutnya agar dapat meningkatkan
hasil belajar siswa.
(2).
Pembelajaran Siklus 1
-
Tahap Perencanaan
Pembelajaran pada siklus 1 membutuhkan alokasi waktu 2 X 35 menit. Pada
tahap perencanaan yang akan dilakukan yaitu guru mempersiapkan rencana
perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan cooperatif learning /
belajar kelompok pada siklus 1 ini. Siswa akan dibagi ke dalam beberapa
kelompok kecil.
-
Tahap Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
- Siswa dan
guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali
pelajaran.
- Memberi
motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
- Guru bertanya
jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat
tinggal siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga
les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah
bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-
Guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan
penyimpulan
Kegiatan Penutup (10 menit)
-
Siswa dan guru
bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu, untuk
mengetahui pencapaian Indikator, Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Guru membuat
kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
-
Observasi
Pada pelaksanaan
siklus I ini Penelitian berkolaborasi dengan superpisor2 dalam kegiatan pengamatan selama proses belajar
mengajar berlangsung. Pada pengamatan siklus satu ini peneliti menemukan sudah ada perubahan
pada siswa dan juga kekurangan dan kelemahan pada bebarapa siswa berupa Perhatian
siswa kurang dalam proses pembelajaran dan beberpa hasil evaluasi siswa rendah .
Tabel 3. Lembaran
Observasi Pada Siklus I
|
No
|
Aspek Observasi
|
Kemunculan
|
Komentar
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Guru memberikan
apersepsi
|
ü
|
|
Guru menyampaikan apresepsi
|
|
2
|
Guru memberikan
motivasi
|
ü
|
|
Guru sudah memberikan motivasi, siswa ddengan baik
|
|
3
|
Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran
|
ü
|
|
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
|
|
4
|
Guru menjelaskan
materi
|
ü
|
|
Guru sudah dapat menjelaskan materi dengan baik
|
|
5
|
Guru melibatakan materi
dengan lingkungan sekolah
|
|
ü
|
Guru dapat melibatkan materi dengan
baik
|
|
6
|
Guru menjelasakan
langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
|
ü
|
|
Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan
belajar kelompok dengan baik
|
|
7
|
Guru membimbing
siswa
|
ü
|
|
Guru sudah dapat membimbing siswa dengan baik
|
|
8
|
Guru memberikan
kesempatan bertanya kepada siswa
|
|
ü
|
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam
kegiatan bertanya
|
|
9
|
Guru melibatkan
seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran
|
|
ü
|
Guru belum dapat
melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
|
|
10
|
Guru memberikn
evaluasi
|
ü
|
|
Guru sudah memberikan evaluasi
|
Refleksi
Berdasarkan hasil
pengamatan dan evaluasi, peneliti menlihat ada perubahan-perubahan yang
signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa dapat aktif dalam proses
belajar mengajar dan hasil belajar siswa
juga meningkat jauh dari pada sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat dilihat dari nilai yang
diperoleh.
(3) Pembelajaran Siklus 2
Tahap perencanaan
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap perencanaan siklus 2 ini adalah :
(1) menyusun rencana perbaikan pembelajaran menggunakan metode pendekatan
cooperatif learning (2) menyiapkan nama-nama siswa yang akan dibagi dalam
beberapa kelompok (3) membuat beberapa contoh masalah yang akan dibahas secara
musyawarah dan mufakat di dalam kelas
Tahap Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali
pelajaran.
-
Memberi motivasi
dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-
Guru bertanya jawab
kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal
siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga
les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-
Siswa diajak
menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah
bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
Kegiatan Penutup
-
Siswa dan guru
bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk
mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Siswa dan guru
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Observasi
Pada pelaksanaan siklus II dilaksanakan terhadap
kegiatan belajar mengajaar yang sedang berlangsung dengan yang telah dibuat.
Selama pelaksanan kegiatan belajaar mengajar observasi ilakukan oleh pengamat
yaitu teman sejawat, teman sejawat memberikan (v) pada aspek yang diamati.
Tabel 4.
Lembaran Observasi Pada Siklus II
|
No
|
Aspek Observasi
|
Kemunculan
|
Komentar
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Guru memberikan apersepsi
|
ü
|
|
Guru menyampaikan
apresepsi
|
|
2
|
Guru memberikan motivasi
|
ü
|
|
Guru sudah memberikan
motivasi, dengan baik
|
|
3
|
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
|
ü
|
|
Guru sudah
menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
|
|
4
|
Guru menjelaskan materi
|
ü
|
|
Guru dapat
menjelaskan materi dengan baik
|
|
5
|
Guru melibatakan materi
dengan lingkungan sekolah
|
ü
|
|
Guru dapat melibatakan materi dengan lingkungan sekolah
dengan baik
|
|
6
|
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar
kelompok
|
ü
|
|
Guru sudah dapat
menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
|
|
7
|
Guru membimbing siswa
|
ü
|
|
Guru sudah dapat
membimbing siswa dengan baik.
|
|
8
|
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
|
ü
|
|
Guru dapat melibatkan
seluruh siswa dalam kegiatan bertanya
|
|
9
|
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan
pelajaran
|
ü
|
|
Guru dapat melibatkan
seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
|
|
10
|
Guru memberikn evaluasi
|
ü
|
|
Guru sudah memberikan
evaluasi
|
Tahap refleksi
Berdasarkan hasil
pengamatan dan evaluasi, peneliti melihat ada perubahan-perubahan yang
signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa telah dapat aktif dalam proses
belajar megajar dan hasil belajar siswa yang telah meningkat jauh daripada
sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat di lihat dari nilai yang
diperoleh.
C.
Teknik Analisis Data
Data diperoleh dari hasil
observasi pada pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua. Rata-rata skor
diperoleh dari membagi jumlah skor dengan jumlah butir observasi.
Untuk melihat tingkat keberhasilan siswa perlu di ketahui nilai rata-rata
kelas yang dapat dihitung dengan rumus:
1. Nilai
Rata-rata
Rata-rata
tes formatif dapat dirumuskan:
Dengan :
= Nilai
rata-rata
Σ X = Jumlah nilai siswa
N =
Jumlah siswa
2. Prsentase
ketuntasan secara Klaksial
Ket :
P :
Ketuntasan Belajaar Klasikal
∑X: Jumlah siswa yang nilainya 70 dikatakan
tuntas
N :
jumlah siswa
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.
Deskripsi
Hasil Penelitian Pra Siklus
Pembelajaran pra siklus memberikan
gambaran kondisi permasalahan yang akan diteliti melalui penelitian tindakan
kelas. Pada pembelajaran prasiklus, dilakukan proses perencanaan hingga
pelaksanaan pembelajaran, adapun rincian proses-proses tersebut adalah sebagai
berikut:
a.
Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti
adalah sebagai berikut :
1. Menganalisa
mata pelajaran PKn yang akan diteliti
2. Merancang
Rencana Pembelajaran (Pra siklus) sesuai dengan kurikulum KTSP 2006
3. Melakukan
evaluasi untuk memperoleh hasil belajar siswa yang akan dijadikan sebagai acuan
penelitian tindakan kelas
b.
Pelaksanaan
Guru
sebagai peneliti melaksanakan pembelajaran mata pelajaran PKn dengan materi memahami kebebasan
berorganisasi.yang terdapat pada kompetensi dasar 3.1 Mendeskripsikan
pengertian organisasi.
Kegiatan awal (5 menit)
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali
pelajaran.
-
Memberi motivasi
dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-
Guru bertanya jawab
kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal
siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga
les piano).
|
22
|
|
|
Kegiatan Inti (55 menit)
-
Siswa diajak
menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah
bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-
Guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan
penyimpulan
Kegiatan Penutup
-
Siswa dan guru
bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk
mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Siswa dan guru
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tabel.5
Evaluasi Hasil Belajar Siswa Prasiklus
|
No
|
Nama
Siswa
|
Nilai
|
Ketrangan
|
|
|
Tuntas
|
Tidak Tuntas
|
|||
|
1
|
Areis Tapen
|
70
|
√
|
|
|
2
|
Bagas Tamara
|
70
|
√
|
|
|
3
|
Erda Turyani
|
50
|
√
|
|
|
4
|
Hesti Komala.D
|
40
|
√
|
|
|
5
|
Hani Salwa.R
|
70
|
√
|
|
|
6
|
Hengki Kurniawan
|
80
|
√
|
|
|
7
|
Rizki Pratama
|
80
|
√
|
|
|
8
|
Kamelia
|
70
|
√
|
|
|
9
|
Kenken
|
70
|
√
|
|
|
10
|
Mike Dea Bela
|
60
|
√
|
|
|
11
|
Nova Sari
|
70
|
√
|
|
|
12
|
Pegi Agela
|
60
|
|
√
|
|
13
|
Ririn
|
60
|
|
√
|
|
14
|
Robi Andeko
|
50
|
|
√
|
|
15
|
Sadi Pramidin
|
70
|
√
|
|
|
16
|
Sestya
|
50
|
|
√
|
|
17
|
Sudriani
|
70
|
√
|
|
|
18
|
Winda
|
60
|
|
√
|
|
19
|
Wirna Putri
|
70
|
√
|
|
|
20
|
Wayan Saftryi
|
80
|
√
|
|
|
Jumlah
|
1300
|
12
|
8
|
|
|
Rata-rata
|
65
|
|
|
|
|
Ketuntasan Klaksikal
|
|
60 %
|
40 %
|
|
Dari data pada tabel diatas dapat
dilihat bahwa hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti hanya 60 % siswa yang
mendapatkan nilai kategori tuntas yaitu diatas 70, sedangkan sebanyak 40 % dari siswa kelas V
SD 02
Merigi Sakti memperoleh nilai belum tuntas atau
dibawah 70. Hal ini lah yang menjadi refleksi dari kegiatan pembelajaran
prasiklus, karena dalam pembelajaran prasiklus hanya menggunakan metode
ceramah, untuk itu perlu didakan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan
pada siklus I. Pada pembelajaran siklus I nanti, menurut masukan dari
supervisor 2, guru sebaiknya menerapkan metode mengajar cooperatif learning
dalam materi keputusan bersama ini, agar siswa dapat belajar bersama
kelompoknya sehingga proses belajar siswa akan meningkat serta hasil belajar
siswa juga akan menigkat.
Untuk menghitung hasil
belajar siswa, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
-
Rata-rata nilai kelas `x
= SX
N
`x
= nilai rata-rata siswa
SX=
Jumlah nilai
N = jumlah nilai
-
Persentase ketuntasan
belajar secara klasikal
KB = Ns x 100%
N
KB = ketuntasan belajar
klasikal
Ns = jumlah siswa yang mendapat nilai ³70
N = jumlah siswa
c.
Refleksi
Dari hasil evaluasi pembelajaran mata
pelajaran PKn tahap Prasiklus, dapat dilihat bahwa ada beberapa kelemahan yang
harus diperhatikan oleh peneliti yaitu siswa tidak tertarik dengan materi yang
disampaikan oleh guru, sebagian siswa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing
saat guru menjelaskan pelajaran, guru menyampaikan pelajaran dengan metode
ceramah sehingga siswa bosan mengikuti pelajaran.
Setelah mendiskusikan hasil refleksi
dari pembelajaran pra siklus dengan supervisor 2, maka peneliti mendapatkan
masukan dan solusi untuk melakukan penelitian tindakan kelas siklus 1 untuk
memperbaiki hasil belajar siswa.
2.
Deskripsi
Hasil Penelitian Pembelajaran Siklus 1
Meningkatnya hasil belajar siswa kelas V
SD N 02 Merigi Sakti terhadap mata
pelajaran PKn menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. merupakan tujuan dari
pembelajaran metode cooperatif learning. Hasil dari perbaikan pembelajaran
siklus 1 di atas dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut :
a.
Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti antara lain :
1) Bersama
dengan guru mata pelajaran, peneliti menganalisa kurikulum yang sesuai dengan
mata pelajaran PKn pengertian organisasi.
2) Bersama
dengan mata pelajaran, peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran yang
berhubungan dengan pengertian organisasi. dengan menggunakan metode cooperatif
learning (belajar kelompok).
3) Bersama
dengan guru mata pelajaran, peneliti mempersiapkan lembar observasi guru dan
peserta didik serta lembar hasil evaluasi hasil belajar pesrta didik.
b.
Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-
Memberi motivasi
dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-
Guru bertanya jawab
kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal
siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga
les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-
Siswa diajak
menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan
kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah
bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-
Guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan
penyimpulan
Kegiatan Penutup
-
Siswa dan guru
bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk
mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Siswa dan guru
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru
berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Dari pembelajaran siklus I,
menurut hasil evaluasi siswa diperoleh data bahwa 15 siswa mendapat nilai diatas
KKM atau dalam kategori tuntas sedangkan 6 siswa lainnya belum tuntas. Dalam
persentase, siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 70 % dan siswa yang
memperoleh nilai belum tuntas sebanyak 30 %. Jumlah keseluruhan nilai hasil
evaluasi siswa pada siklus I ini adalah 1380 dengan nilai rata-rata dari 20
siswa sebesar 69. Ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai, namun
angka siswa yang memperoleh nilai belum tuntas masih terbilang tinggi,yaitu
28,9% sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II nanti.
Tabel.6
Evaluasi
Hasil Belajar Siswa Siklus 1
|
No
|
Siswa
|
Nilai
|
Keterangan
|
|
|
Tuntas
|
Tidak Tuntas
|
|||
|
1
|
Areis Tapen
|
60
|
√
|
|
|
2
|
Bagas Tamara
|
70
|
√
|
|
|
3
|
Erda Turyani
|
70
|
√
|
|
|
4
|
Hesti Komala.D
|
60
|
√
|
|
|
5
|
Hani Salwa.R
|
80
|
√
|
|
|
6
|
Hengki Kurniawan
|
70
|
√
|
|
|
7
|
Rizki Pratama
|
60
|
√
|
|
|
8
|
Kamelia
|
70
|
√
|
|
|
9
|
Kenken
|
60
|
√
|
|
|
10
|
Mike Dea Bela
|
80
|
√
|
|
|
11
|
Nova Sari
|
70
|
√
|
|
|
12
|
Pegi Agela
|
80
|
√
|
|
|
13
|
Ririn
|
70
|
√
|
|
|
14
|
Robi Andeko
|
50
|
|
√
|
|
15
|
Sadi Pramidin
|
70
|
√
|
|
|
16
|
Sestya
|
60
|
|
√
|
|
17
|
Sudriani
|
70
|
√
|
|
|
18
|
Winda
|
80
|
√
|
|
|
19
|
Wirna Putri
|
80
|
√
|
|
|
20
|
Wayan Saftryi
|
70
|
√
|
|
|
Jumlah
|
1380
|
14
|
6
|
|
|
Nilai
Rata-rata
|
69
|
|
|
|
|
Ketuntasan
Belajar Klaksikal
|
|
70 %
|
30 %
|
|
Menurut Sudjana (2006 :
109) data hasil belajar siswa dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :
-
Rata-rata nilai kelas `x
= SX
N
`x
= nilai rata-rata siswa
SX=
Jumlah nilai
N = jumlah nilai
-
Persentase ketuntasan
belajar secara klasikal
KB = Ns x 100%
N
KB = ketuntasan belajar
klasikal
Ns = jumlah siswa yang mendapat nilai ³70
N = jumlah siswa
c.
Refleksi
Dari
hasil pengamatan yang dilakukan oleh superpisor
1 dan superpisor
2 dalam observasi aktivitas guru, dari 12 aspek
penilaian guru memperoleh kategori penilaian cukup dalam proses pembelajaran
siklus I, sehingga peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran PKn pada
siklus II.
3.
Deskripsi Hasil Penelitian Pembelajaran Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran siklus II
merupakan kelanjutan dari kegiatan pembelajaran siklus I yang masih harus
diperbaiki, dengan cara menyusun kembali RPP perbaikan siklus II dengan target
perbaikan beberapa aspek yang dinilai belum berhasil pada siklus I. Langkah
pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan langkah pembelajaran pada siklus
I dengan beberapa perbaikan, yaitu:
a.
Perencanaan
Perencanaan
yang dilakukan peneliti antara lain :
1) Menyusun
RPP baru untuk siklus II yang dilakukan oleh peneliti dan guru kelas V SD N 02 Merigi Sakti
2) Mengidentifikasi
masalah yang dihadapi dan mnetapkan alternatif pemecahan masalah
3) Bersama
dengan supervisor 2, peneliti menyusun RPP yang berhubungan dengan materi
keputusan bersama
4) Peneliti
memilih menggunakan metode cooperatif learning guna meningkatkan hasil belajar
siswa
5) Bersama
supervisor 2, peneliti mempersiapkan lembar observasi guru dan pesrta didik
serta lembar hasil evaluasi hasil belajar siswa.
b.
Pelaksanaan
Kegiatan Awal (5
menit)
-
Siswa dan guru berdoa
sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-
Memberi motivasi dan
menjelaskan tujuan pembelajaran.
-
Guru bertanya kepada
siswa tentang organisasi yang ada di sekolah.
Kegiatan
Inti (55 menit)
-
Siswa diajak
menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-
Guru menjelaskan kepada
siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-
Guru menjelaskan kepada
siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-
Siswa dibawah bimbingan
guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-
Siswa mengerjakan
tugas.
-
Guru memeriksa
pekerjaan siswa.
-
Guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-
Guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan
penyimpulan
Kegiatan
Penutup (10 menit)
-
Siswa dan guru bertanya
jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui
pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-
Siswa dan guru
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-
Siswa dan guru berdoa
sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tabel.7
Evaluasi
Hasil Belajar Siswa Siklus II
|
No
|
Nama Siswa
|
Nilai
|
Keterangan
|
|
|
Tuntas
|
Tidak Tuntas
|
|||
|
1
|
Areis Tapen
|
80
|
√
|
|
|
2
|
Bagas Tamara
|
70
|
√
|
|
|
3
|
Erda Turyani
|
70
|
√
|
|
|
4
|
Hesti Komala.D
|
70
|
√
|
|
|
5
|
Hani Salwa.R
|
90
|
√
|
|
|
6
|
Hengki Kurniawan
|
60
|
√
|
|
|
7
|
Rizki Pratama
|
70
|
√
|
|
|
8
|
Kamelia
|
80
|
√
|
|
|
9
|
Kenken
|
70
|
√
|
|
|
10
|
Mike Dea Bela
|
70
|
√
|
|
|
11
|
Nova Sari
|
60
|
|
√
|
|
12
|
Pegi Agela
|
80
|
√
|
|
|
13
|
Ririn
|
80
|
√
|
|
|
14
|
Robi Andeko
|
80
|
√
|
|
|
15
|
Sadi Pramidin
|
70
|
√
|
|
|
16
|
Sestya
|
60
|
|
√
|
|
17
|
Sudriani
|
70
|
√
|
|
|
18
|
Winda
|
70
|
√
|
|
|
19
|
Wirna Putri
|
70
|
√
|
|
|
20
|
Wayan Saftryi
|
80
|
√
|
|
|
Jumlah
|
1450
|
17
|
3
|
|
|
Nilai
Rata-rata
|
72,5
|
|
|
|
|
Ketuntasan
Belajar Kalsikal
|
|
85 %
|
15 %
|
|
Berdasarkan tabel di atas nilai
yang diperoleh 20 siswa adalah 1.450. siswa yang memperoleh nilai tuntas
sebanyak 17 orang dan yang belum tuntas sebanyak 3 orang, dengan persentase
siswa yang tuntas sebesar 85 % dan siswa yang belum tuntas sebesar 15 %.
Sedangkan nilai rata-rata kelas mencapai angka 72,5.
c.
Refleksi
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh superpisor 1 dan superpisor 2 dalam observasi
aktivitas siswa diperoleh hasil penilaian dengan rata-rata 72,5 sehingga pada
pembelajaran siklus II ini, sebab semua aspek yang harus diperbaiki dari
pembelajaran siklus I dapat teratasi pada siklus II ini, sehingga hasil belajar
siswa menjadi semankin meningkat.
Dengan demikian proses pembelajaran PKn dengan
metode pendekatan cooperatif learning pada materi menyebutkan contoh
organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat dikatakan berhasil.
B.
Pembahasan
Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari proses pembelajaran pra siklus,
siklus I dan siklus II yang telah dilaksanakan dalam mata pelajaran PKn materi menyebutkan contoh
organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dengan menggunakan metode
pendekatan cooperatif learning atau dikenal dengan belajar kelompok dengan
subyek penelitian siswa kelas V SD N 02
Merigi Sakti telah dianggap berhasil melakukan
perbaikan pembelajaran dengan bukti meningkatnya minat dan motivasi siwa dalam
belajar PKn (melalui pengamatan peneliti) serta nilai hasil belajar siswa dalam
mata pelajaran PKn menyebutkan
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat meningkat secara
drastis.
Melalui hasil analisis data evaluasi
siswa, setelah melakukan pembelajaran siklus I dan siklus II dengan menggunakan
metode cooperatif learning, persentase ketuntasan belajar siswa mengalami
peningkatan. Dari pembelajaran pra siklus hanya 60%, pada pembelajaran siklus I ketuntasan
belajar siswa meningkat hingga 70 %
setelah dilaksanakan pembelajaran siklus II ketuntasan hasil belajar siswa
menjadi 85 %. Hal ini menunjukkan
pencapaian hasil belajar yang signifikan.
Pembelajaran
menggunakan metode cooperatif learning dapat membantu siswa memahami konsep
pelajaran bersama-sama temannya, siswa juga akan termotivasi dengan sendirinya
dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga rasa jenuh dan bosan dalam
mengikuti pelajaran PKn di kelas tidak akan lagi dialami oleh siswa.
Diagram 4. Hasil
Evaluasi Belajar Siswa Persiklus
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah:
1. Materi
menyebutkan contoh
organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam mata pelajaran PKn yang
dilakukan dengan metode pendekatan cooperatif learning mendapatkan peningkatan
hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari perolehan persentase ketuntasan
belajar siswa mulai dari pra siklus, siklus I hingga siklus II.
2. Materi
menyebutkan contoh
organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam mata pelajaran PKn yang
dilakukan dengan metode pendekatan cooperatif learning mampu meningkatkan
kinerja dan keprofesionalitasan guru dalam mengajar. Peningkatan tersebut dapat
dilihat dari data observasi guru dari siklus I dan siklus I.
B.
Saran Tindak Lanjut
Berdasarkan
uraian kesimpulan di atas, maka disarankan:
1) Metode
pemberian tugas akan berjalan baik, jika guru menjelaskan tugas yang diberikan
kepada siswa.
2) Dalam
kegiatan pembelajaran diusahakan guru menggunakan media pada saat mengajar.
3) Pada
saat proses belajar mengajar PKn hendaknya siswa harus ikut aktif
4) Dalam
pembelajaran guru harus memberikan penguatan yang cukup kepada siswa.
5)
|
33
|
|
|
6) Dalam
pelaksanaan metode cooperatif learning, guru disarankan menjadi fasilitator
yang baik bagi siswa saat proses pembelajaran sedang berlangsung, guru mampu
membimbing siswa dalam mengadakan diskusi kelompok kecil.
7) Guru
mampu mengelola keadaan kelas
8) Guru
lebih sering memberikan contoh soal tentang materi keputusan bersama yang
sering dialami siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Annitah W Sri,
dkk.2011.Strategi Pembelajaran di SD.
Jakarta : Universitas
Terbuka
Djalil
Aria,dkk.2014. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta : Universitas Terbuka
Ittihad Amin
Zainul. (2008).Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Universiitas
Terbuka
Depdiknas.
2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SD. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas.2007.
Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Sekolah Dasar.Jakarta:
Depdiknas.
Htpp://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran
Satori Djam’an,
dkk.2014. Profesi Keguruan. Banten :
Universitas Terbuka
Sumaatmadja H
Nursid dan kuswaya Wihardit.(2014).Perspektif
Global. Banten :
Universitas
Terbuka
Pimpinan MPR dan
Tim Kerja Sosialisasi MPR Periode 2009 – 2014.2013.Empat
Pilar
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.Jakarta :Sekretriat Jendral MPR
RI
kooperatif.html?m=1
Komentar
Posting Komentar