UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG MATERI MENYEBUTKAN CONTOH ORGANISASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT MATA PELAJARAN PKN MELALUI PENDEKATAN COOPERATIF LEARNING PADA KELAS V SD NEGERI 02 MERIGI SAKTI, KABUPATEN BENGKULU TENGAH

SERI SURYANI


ABSTRAK


Dengan metode pembelajaran cooperatif learning seperti diuraikan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu model pembelajaran tersebut perlu disosialisasikan pada guru untuk dapat diaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dimaksudkan supaya guru tidak tertinggal dengan inovasi pendidik dengan penerapan model cooperatif learning.
. Dalam proses pembelajaran banyak ditemui siswa bosan mempelajari materi ini dikarenakan metode yang digunakan dalam mengajar kurang variatif, kebanyakan guru Pkn mengajar dengan metode ceramah. Penelitian ini diadakan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran PKn kelas V SD N 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan metode cooperatif learning. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 02 Merigi sakti yang berjumlah 20 siswa dengan 15 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembaran nilai siswa. Data yang diperoleh mengacu pada ketuntasan belajar yaitu Prasiklus 60%, siklus I 70 % dan siklus II 85%. Dengan adanya peningkatan hasil tiap siklus, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode cooperatif learning pada mata pelajaran PKn tentang menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.



Kata kunci : cooperatif learning, pengertian Organisasi, hasil belajar








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pelajaran kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, pendidikan kewarganegaraan telah mengalami perubahan nama beberapa kali, seiring bergantinya kurikulum, pada saat sekarang kita mengenal pelajaran kewarganegaraan dengan sebutan mata pelajaran PKn. Mata pelajaran PKn di SD bertujuan untuk membentuk moral siswa dari segi perilaku sehari-hari dan mampu mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari Murti Wahyuni(2006:36).
PKn di SD juga membahas pokok bahasan tentang pentingnya keputusan bersama, karena kita merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka kita sebagai warga negara yang baik diharapkan mampu menerapkan materi keputusan bersama yang mengacu pada nilai sila keempat pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Dalam negara yang menganut sistem demokrasi pancasila, dalam mengambil keputusan harus dilaksanakan secara musyawarah untuk mencapai kata mufakat.
Sebagian besar siswa sekolah dasar kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran PKn di dalam kelas, hal ini disebabkan para guru memberikan materi PKn dengan metode ceramah saja, siswa merasa bosan saat guru menerangkan pelajaran, banyak siswa yang bermain dan sibuk dengan aktivitas mereka sendiri-sendiri, sehingga ketika guru memberikan soal evaluasi di kegiatan pembelajaran, rata-rata siswa di kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapatkan nilai rata-rata di bawah 70. Para siswa tidak mampu mengerjakan tugas evaluasi dengan baik sebab kurang memahami konsep dasar tentang materi keputusan bersama yang diajarkan oleh guru.

1
Oleh karena itu, dari permasalahan yang telah dikemukan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas di kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan mengangkat judul “ Upaya meningkatkan Pemahaman tentang Materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Mata Pelajaran PKn melalui Pendekatan Cooperatif Learning pada Kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah.”
1.    Identifikasi masalah
Dari latar belakang yang sudah dipaparkan di atas, maka identifikasi masalah dari penelitian yang akan dilakukan antara lain:
a.      Siswa merasa bosan mengikuti kegiatan belajar
b.      Siswa tidak berminat mengikuti proses pembelajaran PKn di kelas
c.      Motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran tidak ada
d.     Siswa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing saat guru menerangkan pelajaran
e.      Siswa tidak tertarik dengan menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat yang disampaikan oleh guru melalui metode ceramah
2.    Analisis Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, peneliti berusaha mencari faktor penyebab masalah dengan melakukan refleksi, bertanya kepada siswa dan melakukan diskusi dengan teman sejawat. Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa belum memahami materi pengambilan keputusan bersama seperti berikut.
a.       Guru tidak menggunakan alat peraga.
b.      Bahwa semua siswa yang terlibat dalam pembelajaran saat melakukan diskusi hanya beberapa siswa yang aktif, sedangkan yang lain hanya mendengarkan.
c.       Kurangnya contoh dan latihan.
d.      Kurangnya bimbingan guru secara menyeluruh.
3.    Alternatif dan Pemecahan Masalah
Dari analisis masalah di atas, peneliti menemukan alternatif dan prioritas pemecahan masalah sebagai berikut.
a.       Guru perlu menerapkan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.      Guru perlu memberikan contoh nyata melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kelompok.
c.       Guru perlu memberikan latihan dan bimbingan secara menyeluruh pada pembelajaran PKn tentang menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1.      Bagaimanakah keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat kelas V SDN 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah?
2.      Bagaimana penerapan metode cooperatif learning pada mata pelajaran PKn tentang menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

C.    Tujuan Penelitian Perbaikan Pelajaran
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian perbaikan pelajaran adalah :
1.    Meningkatkan proses belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di SDN 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menerapkan metode pembelajaran cooperatif learning.
2.    Meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat di SDN 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah  dengan penerapan metode pembelajaran cooperatif learning.
D.    Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.    Bagi Peneliti:
a.         Memperbaiki pembelajaran yang sudah dikelolanya.
b.        Memupuk rasa percaya diri karena telah berhasil melakukan analisis terhadap hasil kinerjanya sehingga dapat menemukan kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran yang sudah dilaksanakan, kemudian mengembangkan alternative untuk mengatasi kelemahannya.
c.         Dapat berkembang secara profesional.
2.    Bagi siswa
a.         Dapat memperbaiki hasil belajar.
b.         Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.
3.    Bagi sekolah
a.       Dapat digunakan untuk mengembangkan sekolah kearah yang lebih baik.
b.      Memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah.
4.    Bagi institusi Pendidikan secara umu
Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dan kajian untuk dapat memberikan kritik atau saran terhadap penelitian yang sudah dilakukan.













BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Karakteristik Pembelajaran di SD
Karakteristik pembelajaran di SD dibagi ke dalam dua tingkatan yaitu, karakteristik pembelajaran di kelas rendah dan karekteristik pembelajaran di kelas tinggi. Yang termasuk kategori kelas rendah disini adalah kelas I, II dan III sedangkan kelas tinggi adalah kelas IV, V dan VI. Pembelajaran di kelas rendah dan kelas tinggi memiliki perbedaan yang signifikan, pada kelas rendah, masih menggunakan sistem tematik yaitu beberapa mata pelajaran disatukan dalam kerangka satu tema, sehingga kebanyak siswa kelas rendah tidak mengenal jenis mata pelajaran yang mereka pelajari, meraka belajar berdasarkan tema. Lain pula hal nya dengan karakteristik pembelajaran di kelas tinggi yang belajar dengan sisitem mata pelajaran secara terpisah-pisah.
Menurut Djam’an Satori,dkk (2014 ; 3.11) proses pembelajaran di sekolah dasar harus bersifat terpadu dengan perkembangan anak baik perkembangan fisik, kognitif, sosial, moral maupun emosional.
Piaget (dalam Sri Anitah W,dkk 2011:2.34) menyebutkan karakteristik pembelajaran siswa SD masih dalam tahan praoperasinal sampai konkret.siswa akan mengalami kesulitan dalam menyerap konsep-konsep yang abstrak.
Jadi dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran siswa SD berada pada tahapan konkret, guru harus mampu menjelaskan konsep pembelajaran dengan sesuatu yang nyata dan langsung dialami oleh siwa.proses pembelajaran yang dilakukan harus secara terpadu tidak terpisah-pisah.

B.     Mata Pelajaran PKn

6
Menurut Zainul Ittihad Amin (2008:1.31), Pendidikan Kewarganegaraan dapat diartikan sebagai “usaha sadar” untuk menyiapkan peserta didik agar pada masa datang dapat menjadi patriot pembela bangsa dan negara. Maksud dari patriot pembela bangsa dan negara ialah pemimpin yang mempunyai kecintaan, kecerdasan, kesetiaan, serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air melaui bidang profesinya masing-masing. Pkn di SD sangat penting untuk diajarkan karena menyangkut sikap dan perilaku siswa sebagai warga negara yang baik.
Sedangkan menurut H.Nursid Sumaatmadja dan Kuswaya Wihardit(2014 : 1.27) menyatakan bahwa PPKn merupakan bidang studi atau mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum sekolah dari mulai SD sampai SMU. PPKn ini pada dasarnya bermuatan materi pancasila, dan kewarganegaraan yang melandasi kehidupan bernegara.
Dengan demikian pembelajaran materi kewarganegaraan ini sangat erat kaitannya dengan pengamalan pancasila yang diapresiasikan dalam berprilaku dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk warga negara yang baik dan mengerti hukum serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

C.    Kebebasan Organisasi
1)        Pengertian Organisasi
Manusia adalah makhluk sosial. Dengan demikian,manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain agar dapat melangsungkan hidupnya. Organisasi adalah sekolompok orang yang berkumpul dan bekerja sama untuk meraih tujuan    yang sama.
Ciri - ciri berorganisasi :
-          Adanya kumpulan manusia
-          Adanya peraturan
-          Adanya tujuan yang hendak dicapa bersama
-          Adanya kerja sama dan koordinasi yang baik
-          Adanya tanggung jawab terhadap organisasi dari setiap anggotanya.
Kumpulan manusia saja belum bisa disebut sebagai organisasi,untuk dapat disebut sebagai organisasi,sekumpulan manusia haruslah mempunyai tujuan bersama.Dengan organisasi yang rapi sebuah kegiatan bisa terlaksana dengan sukses. Misalnya,kegiatan upacara yang kalian lakukan setiap hari Senin. Tanpa organisasi yang rapi,tentu saja pelaksanaan upacara akan kacau. Contoh lain misalnya, Drumben.
Organisasi ibarat sapu lidi. Tujuan pembuatan sapu lidi adalah sebagai alat untuk membersihkan sampah. Sapu lidi terdiri atas banyak lidi. Lidi - lidi itu disatukan dalam satu ikatan. Dengan sapu lidi, kita dapat lebih cepat membersihkan halaman yang kotor. Coba bayangkan bila kita menyapu hanya memakai satu lidi saja. Kapan selesainya, ya? Namun dengan sapu lidi, pekerjaan menyapu menjadi mudah. Pekerjaan menyapu pun menjadi lebih ringan. Demikian halnya dengan organisasi. Organisasi dibuat untuk memudahkan pencapaian tujuan bersama.

2)        Contoh Organisasi
1.    Organisasi Sekolah
a.    Pramuka
Kalian tentu  juga aktif mengikuti kegiatan pramuka, bukan?  Salah satu organisasi di sekolah yang menyenangkan adalah pramuka. Selain menyenangkan, pramuka juga banyak manfaatnya. Dengan mengikuti kegiatan pramuka, kalian akan mendapat banyak ketrampilan hidup. Selain ketrampilan hidup, pramuka juga mengajarkan kalian hidup berorganisasi. Misalnya, dalam kegiatan pramuka,kalian dibagi menjadi beberapa regu. Ada yang bernama regu mawar, regu melati,dsb. Satu orang dari kalian menjadi ketua. Adanya ketua dan anggota ini merupakan bentuk organisasi. Tujuannya adalah menyelesaikan tugas yang diberikan kakak pembina kepada kalian.
b.   Koperasi Sekolah
Organisasi yang bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya. Kekuasaan tertinggi koperasi sekolah berada di tangan rapat anggota. Koperasi sekolah biasanya menjual peralatan sekolah. Seperti pensil,buku tulis,buku gambar,dll. Pengurus koperasi sekolah berasal dari siswa sekolah dan mereka dibina oleh guru.
Sumber dana koperasi sbb :
a.         Simpanan pokok, yaitu sejumlah uang yang diberikan oleh anggota koperasi pada saat    masuk menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok tidak dapat diambil saat masih menjadi  anggota koperasi.
b.         Simpanan Wajib, yaitu simpanan yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu dan tidak dapat diambil saat masih menjadi anggota koperasi.
c.         Dana cadangan, yaitu dana yang diambil dari sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disishkan.
d.        Hibah, yaitu sejumlah bantuan yang diterima dari pihak lain dan tidak mengikat.
2.    Organisasi Masyarakat
Organisasi yang berada di masyarakat contohnya adalah PKK, karang taruna, organisasi kesenian, olahraga, usaha kecil,dll
3.    Organisasi Pemerintahan
Organisasi pemerintahan ada di setiap tingkat wilayah meliputi desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional. Contohnya, di desa terdapat kepala desa, sekretaris, kepala dusun, kepala urusan, dll
4.    Organisasi Politik
                        Contoh organisasi yang bergerak di bidang politik adalah partai.
3)        Manfaat Berorganisasi
Berikut ini merupakan manfaat berorganisasi :
1.    Melatih hidup bermasyarakat
2.    Meningkatkan persatuan dan kesatuan.
3.    Belajar mengemukan pendapat.
4.    Berlatih untuk menghormati dan menghargai orang lain.

D.    Pendekatan Cooperatif Learning
Menurut Para Ahli, Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya agar tercapai tujuan pembelajaran yang maksimal.(http://dedi26.blogspot.co.id)
Cooperatif learning lebih dikenal dengan istilah belajar kelompok. Melalui cooperatif learning, siswa ditantang untuk mampu menguasai materi bersama- sama dengan anggota kelompok lainnya memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi.
Dalam pembelajaran cooperatif learning, siswa dituntut untuk belajar mandiri. Menurut Aria Djalil, dkk (2014 :2.29) Belajar mandiri adalah proses memperoleh pengetahuan, nilai, dan sikap. Keterampilan, dan kebiasaan belajar melalui pemanfaatan rangsangan dari luar diri siswa untuk membangkitkan kemampuan belajar secara optimal.
Berdasarkan teori yang melandasi pembelajaran kelompok,siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang dianggap sulit sebelumnya melalui belajar secara kelompok dan bekerja sama Sri Anitah W,dkk (2011:4.21).
Selain itu menurut Depdikbud, 1990 melalui belajar kelompok siswa tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengembangkan konsep, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan aktivitas sosial, sikap dan nilai.
Dari pendapat-pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan cooperatif learning merupakan pendekatan yang dilakukan secara berkelompok, siswa dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan pembelajaran secara bersama-sama dengan bekerjasama siswa akan lebih mudah menyerap konsep pembelajaran.

E.     Hasil Belajar Siswa
Benyamin Bloom (dalam Sri Anitah W,dkk 2011:2.19) menyebutkan bahwa yang dapat menunjukkan gambaran hasil belajar, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan belajar siswa menujukkan perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik sesuai dengan hasil yang ingin dicapai oleh para pendidik.
Pendapat lain menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk rapor pada tiap semester (http://ainamulyana.blogspot.co.id)
Hasil belajar siswa diperoleh setelah siswa mengikuti proses belajar, dan mengerjakan evaluasi. Hasil dari evaluasi tersebut dapat menunjukkan seberapa jauh penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Data hasil belajar siswa dapat digunakan guru sebagai tolak ukur keberhasilan guru dalam mengajar, jika hasil belajar siswa dibawah KKM, maka guru harus merefleksi diri dalam proses pembelajaran apakah penyebabnya, sehingga untuk proses pembelajaran selajutnya hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.









BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.    Subjek, Tempat, Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu
1.    Subyek
Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa di kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti adalah 20 orang yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

2.    Tempat
Penelitian dilakukan SD Negeri 02 Merigi Sakti yang beralamat di Jalan Raja Besi Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah.

3.    Waktu Penelitian
No
Mata Pelajaran
Siklus
Hari/ Tanggal
1.
PKN
Prasiklus
Kamis ,20 April 2017
2.
PKN
Siklus 1
Senin,08 Mei 2017
3.
PKN
Siklus 2
Jumat,12 Mei 2017

4.    Pihak yang membantu
Pihak yang membantu dalam penelitian ini Bapak Yulisan,S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 02 Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Ibu Nofiyanti,M.Pd selaku supervisor 1 serta Bapak Rohendi,S.Pd supervisor2.

B.     Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran

12
Prosedur perbaikan pembelajaran dilaksanakan  Penelitian Tindakan Kelas dibagi atas 3 siklus yaitu (1) prasiklus, (2) siklus 1 dan (3) siklus 2.
Bagan 3  Tahapan Pelaksanaan Penelitian











(1). Pembelajaran Prasiklus
-        Tahap Perencanaan
            Perencanaan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
1)      Menganalisa mata pelajaran PKn yang akan diteliti
2)      Merancang Rencana Pembelajaran (Prasiklus) sesuai dengan kurikulum KTSP 2006
3)      Melakukan evaluasi untuk memperoleh hasil belajar siswa yang akan dijadikan sebagai acuan penelitian tindakan kelas
-        Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-          Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-          Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-          Guru bertanya jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa.
Kegiatan Inti (55 menit)
-          Siswa diajak menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-          Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-          Siswa mengerjakan tugas.
-          Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-          Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
-          Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-          Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-          Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
-          Observasi
Tahap observasi adalah tahapan pengamatan yang dillakukan oleh superpisor 2 terhadap proses dan hasil pembelajaran PKN yang dilaksanakan oleh peneliti di kelas V SDN 02 Merigi Sakti. Pada tahap observasi ini dimana melihat dan meneliti tingkah laku siswa saat proses belajar dilakukan.
Tabel 2. Lembaran Observasi Pada Pra Siklus
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi

ü   
Guru sudah memberikan motivasi, tetapi blum maksimal 
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

ü   
Guru blum menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi

ü   
Guru belum dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru melibatakan materi dengan lingkungan sekolah

ü     
Guru  dapat melibatkan materi dengan baik
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar

ü   
Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar dengan baik
7
Guru membimbing siswa dalam mengenali organisasi di lingkungan sekolah dan masayarakat

ü   
Guru sudah dapat membimbing siswa dalam kerja kelompok
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

ü   
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran

ü   
Guru belum dapat  melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi

ü   
Guru sudah memberikan evaluasi tetapi masih banyak kesulitan siswa

-          Refleksi
Dari hasil refleksi prasiklus, penulis beserta supervisor 2, mengambil kesimpulan untuk melakukan perbaikan pada proses  pembelajaran di siklus berikutnya agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.



(2). Pembelajaran Siklus 1
-      Tahap Perencanaan
Pembelajaran pada siklus 1 membutuhkan alokasi waktu 2 X 35 menit. Pada tahap perencanaan yang akan dilakukan yaitu guru mempersiapkan rencana perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan cooperatif learning / belajar kelompok pada siklus 1 ini. Siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil.
-      Tahap Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-      Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-      Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-      Guru bertanya jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa    ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-          Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-          Siswa mengerjakan tugas.
-          Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-       Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-       Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan penyimpulan

Kegiatan Penutup (10 menit)
-       Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu, untuk mengetahui pencapaian Indikator, Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-       Guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
-       Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

-      Observasi
Pada pelaksanaan siklus I ini Penelitian berkolaborasi dengan superpisor2 dalam kegiatan pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung. Pada pengamatan siklus satu  ini peneliti menemukan sudah ada perubahan pada siswa dan juga kekurangan dan kelemahan pada bebarapa siswa berupa Perhatian siswa kurang dalam proses pembelajaran dan beberpa hasil evaluasi siswa rendah .
Tabel 3. Lembaran Observasi Pada Siklus I
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi
ü   

Guru sudah memberikan motivasi, siswa ddengan baik
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
ü   

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi
ü   

Guru sudah dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru melibatakan materi dengan lingkungan sekolah

ü     
Guru  dapat melibatkan materi dengan baik
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
ü   

Guru belum dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok dengan baik
7
Guru membimbing siswa
ü   

Guru sudah dapat membimbing siswa dengan baik  
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

ü   
Guru belum dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran

ü   
Guru belum dapat  melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi
ü   

Guru sudah memberikan evaluasi

Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, peneliti menlihat ada perubahan-perubahan yang signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa dapat aktif dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa juga meningkat jauh dari pada sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat dilihat dari nilai yang diperoleh.
(3) Pembelajaran Siklus 2
Tahap perencanaan
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap perencanaan siklus 2 ini adalah : (1) menyusun rencana perbaikan pembelajaran menggunakan metode pendekatan cooperatif learning (2) menyiapkan nama-nama siswa yang akan dibagi dalam beberapa kelompok (3) membuat beberapa contoh masalah yang akan dibahas secara musyawarah dan mufakat di dalam kelas
Tahap Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-          Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-          Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-          Guru bertanya jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa    ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-          Siswa diajak menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-          Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-          Siswa mengerjakan tugas.
-          Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-          Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
Kegiatan Penutup
-          Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-          Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-          Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Observasi
Pada pelaksanaan siklus II dilaksanakan terhadap kegiatan belajar mengajaar yang sedang berlangsung dengan yang telah dibuat. Selama pelaksanan kegiatan belajaar mengajar observasi ilakukan oleh pengamat yaitu teman sejawat, teman sejawat memberikan (v) pada aspek yang diamati.

Tabel 4. Lembaran Observasi Pada Siklus II
No
Aspek Observasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Guru memberikan apersepsi
ü   

Guru menyampaikan apresepsi
2
Guru memberikan motivasi
ü   

Guru sudah memberikan motivasi, dengan baik 
3
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
ü   

Guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran dengan maksimal
4
Guru menjelaskan materi
ü   

Guru dapat menjelaskan materi dengan baik
5
Guru melibatakan materi dengan lingkungan sekolah
ü   

Guru dapat melibatakan materi dengan lingkungan sekolah dengan baik
6
Guru menjelasakan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
ü   

Guru sudah dapat menjelaskan langkah-langkah kegiatan belajar kelompok
7
Guru membimbing siswa
ü   

Guru sudah dapat membimbing siswa dengan baik.
8
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
ü   

Guru dapat melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan bertanya 
9
Guru melibatkan seluruh siswa dalam menyimpulkan pelajaran
ü   

Guru dapat melibatkan seluru siswa dalam menyimpulkan pelajaran
10
Guru memberikn evaluasi
ü   

Guru sudah memberikan evaluasi
Tahap refleksi
 Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, peneliti melihat ada perubahan-perubahan yang signifikan pada diri siswa. Hampir seluruh siswa telah dapat aktif dalam proses belajar megajar dan hasil belajar siswa yang telah meningkat jauh daripada sebelum diadakan tindakan perbaikan yang dapat di lihat dari nilai yang diperoleh.

C.    Teknik Analisis Data
Data diperoleh dari hasil observasi pada pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua. Rata-rata skor diperoleh dari membagi jumlah skor dengan jumlah butir observasi.
Untuk melihat tingkat keberhasilan siswa perlu di ketahui nilai rata-rata kelas yang dapat dihitung dengan rumus:
1.      Nilai Rata-rata
Rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:
Dengan     :      = Nilai rata-rata
                 Σ X      = Jumlah nilai siswa
                 N         = Jumlah siswa
2.      Prsentase ketuntasan secara Klaksial
 
Ket :
P   : Ketuntasan Belajaar Klasikal
∑X: Jumlah siswa yang nilainya 70 dikatakan tuntas
N  : jumlah siswa







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.      Deskripsi Hasil Penelitian Pra Siklus
Pembelajaran pra siklus memberikan gambaran kondisi permasalahan yang akan diteliti melalui penelitian tindakan kelas. Pada pembelajaran prasiklus, dilakukan proses perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran, adapun rincian proses-proses tersebut adalah sebagai berikut:
a.      Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
1.      Menganalisa mata pelajaran PKn yang akan diteliti
2.      Merancang Rencana Pembelajaran (Pra siklus) sesuai dengan kurikulum KTSP 2006
3.      Melakukan evaluasi untuk memperoleh hasil belajar siswa yang akan dijadikan sebagai acuan penelitian tindakan kelas
b.      Pelaksanaan
Guru sebagai peneliti melaksanakan pembelajaran mata pelajaran PKn dengan materi memahami kebebasan berorganisasi.yang terdapat pada kompetensi dasar 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi.
Kegiatan awal (5 menit)
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-            Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-            Guru bertanya jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa    ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga les piano).
22

 


Kegiatan Inti (55 menit)
-            Siswa diajak menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-            Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-            Siswa mengerjakan tugas.
-            Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-            Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-            Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
-            Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-            Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tabel.5
Evaluasi Hasil Belajar Siswa Prasiklus
No

Nama Siswa
Nilai
Ketrangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Areis Tapen
70
2
Bagas Tamara
70
3
Erda Turyani
50
4
Hesti Komala.D
40
5
Hani Salwa.R
70
6
Hengki Kurniawan
80
7
Rizki Pratama
80
8
Kamelia
70
9
Kenken
70
10
Mike Dea Bela
60
11
Nova Sari
70
12
Pegi Agela
60

13
Ririn
60

14
Robi Andeko
50

15
Sadi Pramidin
70

16
Sestya
50

17
Sudriani
70

18
Winda
60

19
Wirna Putri
70

20
Wayan Saftryi
80

Jumlah
1300
12
8
Rata-rata
65


Ketuntasan Klaksikal

60 %
40 %

Dari data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Merigi Sakti hanya 60 % siswa yang mendapatkan nilai kategori tuntas yaitu diatas 70, sedangkan sebanyak 40 % dari siswa kelas V SD  02 Merigi Sakti memperoleh nilai belum tuntas atau dibawah 70. Hal ini lah yang menjadi refleksi dari kegiatan pembelajaran prasiklus, karena dalam pembelajaran prasiklus hanya menggunakan metode ceramah, untuk itu perlu didakan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus I. Pada pembelajaran siklus I nanti, menurut masukan dari supervisor 2, guru sebaiknya menerapkan metode mengajar cooperatif learning dalam materi keputusan bersama ini, agar siswa dapat belajar bersama kelompoknya sehingga proses belajar siswa akan meningkat serta hasil belajar siswa juga akan menigkat.
Untuk menghitung hasil belajar siswa, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
-          Rata-rata nilai kelas `x = SX
N
`x = nilai rata-rata siswa
SX= Jumlah nilai
N = jumlah nilai
-          Persentase ketuntasan belajar secara klasikal
KB = Ns x 100%
          N
KB = ketuntasan belajar klasikal
Ns  = jumlah siswa yang mendapat nilai ³70
N   = jumlah siswa
c.       Refleksi
Dari hasil evaluasi pembelajaran mata pelajaran PKn tahap Prasiklus, dapat dilihat bahwa ada beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh peneliti yaitu siswa tidak tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru, sebagian siswa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing saat guru menjelaskan pelajaran, guru menyampaikan pelajaran dengan metode ceramah sehingga siswa bosan mengikuti pelajaran.
Setelah mendiskusikan hasil refleksi dari pembelajaran pra siklus dengan supervisor 2, maka peneliti mendapatkan masukan dan solusi untuk melakukan penelitian tindakan kelas siklus 1 untuk memperbaiki hasil belajar siswa.

2.      Deskripsi Hasil Penelitian Pembelajaran Siklus 1
Meningkatnya hasil belajar siswa kelas V SD N 02 Merigi Sakti terhadap mata pelajaran PKn menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. merupakan tujuan dari pembelajaran metode cooperatif learning. Hasil dari perbaikan pembelajaran siklus 1 di atas dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut :
a.     Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti antara lain :
1)      Bersama dengan guru mata pelajaran, peneliti menganalisa kurikulum yang sesuai dengan mata pelajaran PKn pengertian organisasi.
2)      Bersama dengan mata pelajaran, peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran yang berhubungan dengan pengertian organisasi. dengan menggunakan metode cooperatif learning (belajar kelompok).
3)      Bersama dengan guru mata pelajaran, peneliti mempersiapkan lembar observasi guru dan peserta didik serta lembar hasil evaluasi hasil belajar pesrta didik.
b.     Pelaksanaan
Kegiatan awal (5 menit)
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-            Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-            Guru bertanya jawab kepada siswa tentang berbagai organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa atau organisasi apa saja yang diketahui oleh siswa    ( misalnya posyandu, karang taruna, lembaga les piano).
Kegiatan Inti (55 menit)
-            Siswa diajak menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-            Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-            Siswa mengerjakan tugas.
-            Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-            Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-            Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
-            Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-            Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Dari pembelajaran siklus I, menurut hasil evaluasi siswa diperoleh data bahwa 15 siswa mendapat nilai diatas KKM atau dalam kategori tuntas sedangkan 6 siswa lainnya belum tuntas. Dalam persentase, siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 70 % dan siswa yang memperoleh nilai belum tuntas sebanyak 30 %. Jumlah keseluruhan nilai hasil evaluasi siswa pada siklus I ini adalah 1380 dengan nilai rata-rata dari 20 siswa sebesar 69. Ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai, namun angka siswa yang memperoleh nilai belum tuntas masih terbilang tinggi,yaitu 28,9% sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II nanti.
Tabel.6
Evaluasi Hasil Belajar Siswa Siklus 1
No
 Siswa
Nilai
Keterangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Areis Tapen
60
2
Bagas Tamara
70
3
Erda Turyani
70
4
Hesti Komala.D
60
5
Hani Salwa.R
80
6
Hengki Kurniawan
70
7
Rizki Pratama
60
8
Kamelia
70
9
Kenken
60
10
Mike Dea Bela
80
11
Nova Sari
70

12
Pegi Agela
80

13
Ririn
70

14
Robi Andeko
50

15
Sadi Pramidin
70

16
Sestya
60

17
Sudriani
70

18
Winda
80

19
Wirna Putri
80

20
Wayan Saftryi
70

Jumlah
1380
14
6
Nilai Rata-rata
69


Ketuntasan Belajar Klaksikal

70 %
30 %

Menurut Sudjana (2006 : 109) data hasil belajar siswa dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
-          Rata-rata nilai kelas `x = SX
N
`x = nilai rata-rata siswa
SX= Jumlah nilai
N = jumlah nilai
-          Persentase ketuntasan belajar secara klasikal
KB = Ns x 100%
          N
KB = ketuntasan belajar klasikal
Ns  = jumlah siswa yang mendapat nilai ³70
N   = jumlah siswa

c.      Refleksi
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh superpisor 1 dan superpisor 2 dalam observasi aktivitas guru, dari 12 aspek penilaian guru memperoleh kategori penilaian cukup dalam proses pembelajaran siklus I, sehingga peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran PKn pada siklus II.





3. Deskripsi Hasil Penelitian Pembelajaran Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran siklus II merupakan kelanjutan dari kegiatan pembelajaran siklus I yang masih harus diperbaiki, dengan cara menyusun kembali RPP perbaikan siklus II dengan target perbaikan beberapa aspek yang dinilai belum berhasil pada siklus I. Langkah pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan langkah pembelajaran pada siklus I dengan beberapa perbaikan, yaitu:
a.      Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti antara lain :
1)      Menyusun RPP baru untuk siklus II yang dilakukan oleh peneliti dan guru kelas V SD N 02 Merigi Sakti
2)      Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan mnetapkan alternatif pemecahan masalah
3)      Bersama dengan supervisor 2, peneliti menyusun RPP yang berhubungan dengan materi keputusan bersama
4)      Peneliti memilih menggunakan metode cooperatif learning guna meningkatkan hasil belajar siswa
5)      Bersama supervisor 2, peneliti mempersiapkan lembar observasi guru dan pesrta didik serta lembar hasil evaluasi hasil belajar siswa.
b.      Pelaksanaan
Kegiatan Awal (5 menit)
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
-            Memberi motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran.
-            Guru bertanya kepada siswa tentang organisasi yang ada di sekolah.
Kegiatan Inti (55 menit)
-            Siswa diajak menyebutkan organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di sekolah
-            Guru menjelaskan kepada siswa tentang fungsi organisasi-organisasi di masyarakat.
-            Siswa dibawah bimbingan guru mengerjakan tugas mencari dua organisasi dilingkungan sekolah
-            Siswa mengerjakan tugas.
-            Guru memeriksa pekerjaan siswa.
-            Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-            Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberi penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup (10 menit)
-            Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator, pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
-            Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
-            Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tabel.7
Evaluasi Hasil Belajar Siswa Siklus II
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Areis Tapen
80
2
Bagas Tamara
70
3
Erda Turyani
70
4
Hesti Komala.D
70
5
Hani Salwa.R
90
6
Hengki Kurniawan
60
7
Rizki Pratama
70
8
Kamelia
80
9
Kenken
70
10
Mike Dea Bela
70
11
Nova Sari
60

12
Pegi Agela
80

13
Ririn
80

14
Robi Andeko
80

15
Sadi Pramidin
70

16
Sestya
60

17
Sudriani
70

18
Winda
70

19
Wirna Putri
70

20
Wayan Saftryi
80

Jumlah
1450
17
3
Nilai Rata-rata
72,5


Ketuntasan Belajar Kalsikal

85 %
15 %

Berdasarkan tabel di atas nilai yang diperoleh 20 siswa adalah 1.450. siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 17 orang dan yang belum tuntas sebanyak 3 orang, dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 85 % dan siswa yang belum tuntas sebesar 15 %. Sedangkan nilai rata-rata kelas mencapai angka 72,5.

c.       Refleksi
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh superpisor 1 dan superpisor 2 dalam observasi aktivitas siswa diperoleh hasil penilaian dengan rata-rata 72,5 sehingga pada pembelajaran siklus II ini, sebab semua aspek yang harus diperbaiki dari pembelajaran siklus I dapat teratasi pada siklus II ini, sehingga hasil belajar siswa menjadi semankin meningkat.
Dengan demikian proses pembelajaran PKn dengan metode pendekatan cooperatif learning pada materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat dikatakan berhasil.

B.       Pembahasan  Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari proses pembelajaran pra siklus, siklus I dan siklus II yang telah dilaksanakan dalam mata pelajaran PKn materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dengan menggunakan metode pendekatan cooperatif learning atau dikenal dengan belajar kelompok dengan subyek penelitian siswa kelas V SD N 02 Merigi Sakti telah dianggap berhasil melakukan perbaikan pembelajaran dengan bukti meningkatnya minat dan motivasi siwa dalam belajar PKn (melalui pengamatan peneliti) serta nilai hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat meningkat secara drastis.
Melalui hasil analisis data evaluasi siswa, setelah melakukan pembelajaran siklus I dan siklus II dengan menggunakan metode cooperatif learning, persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan. Dari pembelajaran pra siklus hanya 60%, pada pembelajaran siklus I ketuntasan belajar siswa meningkat hingga 70 % setelah dilaksanakan pembelajaran siklus II ketuntasan hasil belajar siswa menjadi 85 %. Hal ini menunjukkan pencapaian hasil belajar yang signifikan.
Pembelajaran menggunakan metode cooperatif learning dapat membantu siswa memahami konsep pelajaran bersama-sama temannya, siswa juga akan termotivasi dengan sendirinya dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga rasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran PKn di kelas tidak akan lagi dialami oleh siswa.
Diagram 4. Hasil Evaluasi Belajar Siswa Persiklus






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah:
1.      Materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam mata pelajaran PKn yang dilakukan dengan metode pendekatan cooperatif learning mendapatkan peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari perolehan persentase ketuntasan belajar siswa mulai dari pra siklus, siklus I hingga siklus II.
2.      Materi menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam mata pelajaran PKn yang dilakukan dengan metode pendekatan cooperatif learning mampu meningkatkan kinerja dan keprofesionalitasan guru dalam mengajar. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari data observasi guru dari siklus I dan siklus  I.

B.     Saran  Tindak Lanjut
Berdasarkan uraian kesimpulan di atas, maka disarankan:
1)      Metode pemberian tugas akan berjalan baik, jika guru menjelaskan tugas yang diberikan kepada siswa.
2)      Dalam kegiatan pembelajaran diusahakan guru menggunakan media pada saat mengajar.
3)      Pada saat proses belajar mengajar PKn hendaknya siswa harus ikut aktif
4)      Dalam pembelajaran guru harus memberikan penguatan yang cukup kepada siswa.
5)     
33

Dalam penerapan metode cooperatif learning, guru diharapkan memberikan kebebasan pada siswa untuk mengembangkan diri dengan mengeluarkan pendapat mereka masing-masing.
6)      Dalam pelaksanaan metode cooperatif learning, guru disarankan menjadi fasilitator yang baik bagi siswa saat proses pembelajaran sedang berlangsung, guru mampu membimbing siswa dalam mengadakan diskusi kelompok kecil.
7)      Guru mampu mengelola keadaan kelas
8)      Guru lebih sering memberikan contoh soal tentang materi keputusan bersama yang sering dialami siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari.























DAFTAR PUSTAKA

Annitah W Sri, dkk.2011.Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta : Universitas
Terbuka
Djalil Aria,dkk.2014. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta : Universitas Terbuka
Ittihad Amin Zainul. (2008).Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Universiitas
Terbuka
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas.2007. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Sekolah Dasar.Jakarta: Depdiknas.
Htpp://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran
Satori Djam’an, dkk.2014. Profesi Keguruan. Banten : Universitas Terbuka
Sumaatmadja H Nursid dan kuswaya Wihardit.(2014).Perspektif Global. Banten :
Universitas Terbuka
Pimpinan MPR dan Tim Kerja Sosialisasi MPR Periode 2009 – 2014.2013.Empat
Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.Jakarta :Sekretriat Jendral MPR
RI

Komentar