TUGAS
PARTISIPASI TUTORIAL MATERI PEMBELAJARAN IPS MODUL. 3
NAMA : AFRIZON KANEDI
NIM : 823190793
TUTOR : DEDE SUGIANA,S.Kom.I
Individu,
Kelompok, dan Kelembagaan
I.
Individu,
Kelompok Sosial, dan Masyarakat
A.
Manusia
sebagai Individu
Individu
berhubungan dengan orang perorangan atau pribadi, brarti individu pertindak
sebagai subjek yang melakukan sesuatu hal, subjek yang memiliki pikiran, subjek
yang memiliki keinginan, subjek yang memiliki kebebasan, subjek yang member
arti (meaning) pada sesuatu, subjek yang mampu menilaitindakan sendiridan
tindakan orang lain.
Pada
hakikatnya, manusia adalah makhluk individu yag tidak dapat melepasikan diri
dari hubungan dengan sesama manusia lai di dalam menjalani kehidupannya.
Berbeda degan makhluk lainnya ( misalnya hewan ) tanpa manusia lainnya manusia
akan mati.
Naluri
manusia untuk selalu berhubungan dengan sesamanya ini dilandasi oleh alasan –
alasan sebagai berikut :
1. Keinginan
manusia untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di sekelilingnya (
masyarakat)
2. Keinginan
untuk menjadi satu dengan alam di sekelilingnya.
B.
Kelompok
Sosial
1.
Klasifikasi
tipe-tipe kelompok social
Mac
Iver Page (1957:124) menggolongkan kelompok
social dalam beberapa sudut pandang dengan berdasarkan pada berbagai Kriteria
(ukuran).
Ukuran dan kepentingan wilayah merupakan
salah satu pengelompokan disamping besar kecilnya jumlah anggotadan derajat intraksi
social.pengelompokan ini berdasarkan pada kepentingan dan wilayah yang tidak
mempunyai kepentingan khusus atau tertentu.
2.
Kelompok
Sosial Dipandang Dari Sudut Individu
Keanggotaan individu
dalam kelompok sosial tidak selalu bersifat sukarela baik dalam struktur
masyarakat sederhana maupun yang sudah kompleks .
Sementara dalam susunan masyarakat yang
sudah kompleks, individu menjadi anggota beberapa kelompok sosial sekaligus.
3.
In
Group Out Group
Konsep in group dan out
group merupakan pencerminan dari adanya kecenderungan sikap “etnocentrisme” dar
individu-individu dalam proses sosialisasi sehubungan dengan keanggotaanya pada
kelompok-kelompok sosial, yaitu suatu sikap dalam menilai kebudayaan lin dengan
menggunakan ukran-ukuran sendiri (Polak, 1966:166).
4.
Primary
Group dan Secondary Group
a. Primary
Group
b. Secondary
Group
5.
Gemeinschaft
dan Gesselschaft
Hubungan –hubungan positif antar manusia
menurut Ferdinand Tonnies, selalu bersifat gemeinschaft dan gesselschaft.
6.
Formal
Group dan Informal Group
Formal group merupakan kelompok-kelompok
yang mempunyai peraturan-peraturn tegas yang sengaja diciptakan untuk mengatur
hubunngan diantara anggotanya.
7.
Kelompok-kelompok
sosial yang Tidak Teratur
a.
Kerumunan
b.
Publik
8.
Masyarakat
Pedesaan ( Rual Community) dan
Masyarakat Perkotaan ( Urban Community)
a. Masyarakat
setempat ( Community, Komunitas)
b. Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat perkotaan
C.
Masyarakat
Istilah
“ masyarakat “ terlalu banyak digunakan dan dengan berbagai konteks, misalnya
masyarakat agraris, masyarakat kota, masyarakat petani, masyarakat agama, dan
sebagainya. Banyak para ahli member pengertian tentang masyarakat. Smiyh,
Stanley, dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompo
individu-individu yang yang terorganisasi serta berfikir tentang diri merka
sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda.
II.
Kelembagaan
(Social Institution )
A.
Pengertrian
dan Fungsi
Para ahli/sarjana
sosiologi belum menyepakati satu istilah yang pasti tentang terjemahan “sosial
institution” , sebagaian ahli mengartikannya sebagai prantara social, Soekanto
(1982:191) member definisi bahwa lembaga kemasyarakatan adalah sesuatu bentuk dan
sekaligus mengandung pengertian-pengertian yang bastrak perihal norma-norma dan
peraturan-peraturan tertentu yang menjdi cirri cirri dari lembaga tersebut.
B.
Bagaimna
Lembaga Kemasyarakatan Terbentuk
Lembaga-lembaga
kemasyarakatan terbentuk melalui suatu proses yang disebut sebagai
institusonlisasi, atau kelembagaan nilai-nilai yang dibentuk untuk membantu
hubungan antarmanusia didalam masyarakat.
C.
Ciri
Lembaga kemasyarakatan
Suatu lembaga kemasyarakatan memiliki
cirri-ciri :
-
Mempunyai tujuan
tertentu
-
Untuk mencapai tujuan
diatas memiliki alat perlengkapan
-
Memiliki
lambing-lambang dalam bentuk tulisan atau seloga misalnya pada
kesaatuan-kesatuan angkatan bersenjata.
D.
Tipe-tipe
Lembaga Kemasyarakatan
Menurut Gillin , ada beberapa tipe
lembaga kemasyarakatan :
-
Berdasarkan
Perkebangannya
-
Berdasarkan Sistem
Nilai
-
Berdasarkan Penerimaan
Masyarakat
-
Berdasarkan
penyebarannya
-
Berdasarkan Fungsinya
E.
Sitem
Pengenndalian Sosial ( Social Control )
Sosial control yang
dilakukan bertujuan untuk mencapai keserasian antar stabilitas dengan
perubahan-perubahan dalam masyarakat .
F.
Perubahan
Lembaga Sosial
Perubahan pada lembaga
sosial dapat terjadi, apabila sudah
tidak memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara keseluruhan maka lembaga
social tersebut harus diubah.
G.
Lembaga
Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat
1. Lembaga
Keluarga
2. Lembaga
Ekonomi
3. Lembaga
Politik
4. Lembaga
Pendidikan
5. Lembaga
Agama
Komentar
Posting Komentar